Senin, 28 Januari 2013
Nizar Belajar Naik Sepeda
Alhamdulillah .... Nizar sudah punya sepeda n semoga mendambah berkah dan kesholihan. Amin
Sabtu, 29 Desember 2012
Jumat, 09 November 2012
Selamat Hari Pahlawan Para PAHLAWAN HATI
PAHLAWAN itu hadir dari HATI, karena HATI melihat hal yang tak sesuai dari isi HATI/
PAHLAWAN itu ada karena HATI, HATI yang melihat sesuatu yang berbeda dari HATI sebenarnya/
PAHLAWAN tak mengenal uang, jasa, sanjungan, posisi, terima kasih, atau jabatan/
karena HATI PAHLAWAN hanya mengaharap RIDHA ALLAH dan BERUSAHA melihat orang di sekelilingnya TERSENYUM BAHAGIA meski HATInya TERCABIK//
PAHLAWAN tak mengenal kata MENYERAH untuk PERUBAHAN yang LEBIH BAIK/
PAHLAWAN tak memunggu orang lain untuk menyuruhnya melakukan PERUBAHAN selama itu untuk kepentingan BERSAMA/
PAHLAWAN tak pernah IRI dengan orang yang menganggap dirinya PAHLAWAN/
PAHLAWAN tak GENTAR dengan ANCAMAN, HAMBATAN karena HATInya kan selalu berkata "KAMU BISA!!!"//
PAHLAWAN mengenal TUHAN dan ROSULnya dengan beribadah/
PAHLAWAN mengabdikan diri untuk perubahan yang lebih baik/
PAHLAWAN hanya berpikir ORANG LAIN BAHAGIA tetapi TIDAK PERNAH BERPIKIR DIRINYA BAHAGIA/
PAHLAWAN selalu YAKIN dengan HARAPAN HATI untuk MELAKUKAN PERUBAHAN yang berujung SENYUMAN//
PAHLAWAN adalah berjuang dengan HATI/
PAHLAWAN adalah ORANG TUA yang tulus ikhlas berbuat yang TERBAIK untuk permatanya/
PAHLAWAN adalah GURU yang mengajar untuk MENCERDASKAN permata bukan karena UANG/
PAHLAWAN adalah PERMATA (SISWA) yang BERSUNGGUH-SUNGGUH meraih IMPIAN dalah BELAJAR bukan karena PAKSAAN/
PAHLAWAN adalah PEMIMPIN yang MENGABDI untuk RAKYATnya bukan karena PERUTNYA/
PAHLAWAN adalah RAKYAT yang melakukan KEWAJIBANnya bukan sekedar menuntut HAKnya/
PAHLAWAN adalah PENGUSAHA yang memikirkan PEKERJAnya bukan seenak perutnya dalam berbuat/
PAHLAWAN adalah KARYAWAN yang BEKERJA untuk JUJUR dan SUNGGUH-SUNGGUH bukan karena hanya TUNTUTAN HIDUP//
Dengan begitu KEBAHAGIAN akan DATANG dengan sendirinya.
Selamat HARI PAHLAWAN para PAHLAWAN HATI.
Karena SURGA telah menunggumu.
Jumat, 05 Oktober 2012
INDONESIA JANGAN KAWATIR....
Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam Jujur untuk pengunjung yang penuh kejujuran.
Postingan ini, Nizar dedikasikan untuk permataku yang jujur yang insyaAllah mereka akan membuat bangsa ini hebat dan dihargai karena kejujurannya. Amin
Jumat, 5 Oktober 2012 Kelas VI Utsman SDIT Permata Bunda mengadakan pembelajaran di luar kelas. Pada kesempatan ini permata belajar mencangkok pohon mangga di tempat parkir sepeda.Dengan senyum dan semangat merekapun antusias untuk belajar mencangkok. Beberapa permata tidak sabar untuk mencangkok sehingga mereka langsung naik pohon mangga. Sehingga Nizarpun belum sempat untuk membuat peraturan dalam kegiatan ini.
Di pertengahan jalan, beberapa siswa susdah selesai mencangkok, beberapa lagi baru mengupas kulit, beberapa memberi tanah, beberapa membungkus dengan plastik. Dan di sudut lain ada permata yaang lempar-lemparan tanah liat sehingga di tempat parkir banyak bercecer tanah dan menempel di sebagian sepeda. Tetapi di akhir permata membersihkan khususnya permata yang lupa untuk membawa bahan dan alat mencangkok.
Eh mana jujurnya yach ....
He.... tunggu ini lho cerita tentang kejujurannya....
Sekitar jam 11an ada permata yang mendekat ke saya dan menjelaskan tentang kegiatan yang telah dilakukannya. Ada empat permata (Abil, Ilvan, Riza, dan Faiz) menjelaskan bahwa mereka telah melakukan kesalahan kalau dari perbuatan melempar tanah tanpa sengaja tanah yang mereka lempar mengenai tembok sebuah rumah bertingkat. Meskipun mereka sudah tahu resikonya tetapi mereka tetap JUJUR dan BERANI BERTANGGUNG JAWAB atas perbuatannya.
Seketika saya menyuruh mereka untuk mengambil tangga, air, dan kain untuk mengepel. Diambilah peralatan tersebut dan saat itu si pemilik rumah tahun dan mengata-ngatai mereka, "ANAK KOK NAKAL?" "ANAK KOK BANDEL?" dan perkataan yang mungkin nada dan isinya lebih hina lagi. Tetapi saya berusaha menjelaskan ke pemilik rumah dan berusaha untuk bertanggung jawab.
Sambil dikata-katai pemilik rumah permata tetap berusaha untuk membersihkan tembok yang terkena tanah liat sebagai tanggung jawabanya. Setelah selesai secara personal mereka saya suruh untuk meminta maaf. Meskipun untuk mendapatkan maaf mereka harus mendapat "JEWERAN". Meski begitu mereka tidak kesal atau dendam karena mereka tahu yang salah ada mereka.
Dari kejadin itu, Nizar yakin bahwa mereka inilah generasi yang akan membangun Bangsa Indonesia karena KEJUJURAN dan BERANI BERTANGGUNG JAWAB yang sudah mereka miliki meskipun harus menerima konsekuensi berat. Itulah modal utama untuk membangun Bangsa Indonesia ini yang dapat dikatakan bobrok karena para elit politik yang tidak bertanggung jawab dan melakukan banyak KKN.
Memang mereka salah tetapi kalau mereka tidak JUJUR mungkin konsekuensi yang didapatkan akan lebih besar lagi. Mereka mengakui kesalahan, maka dari itu Nizar dan sekolah memberikan pengarahan.
"Nak, kami akan lebih sedih lagi seandainya kalian berbuat bohong. Kami akui kejujuran dan tanggung jawabmu. InsyaAllah keberkahan dan keridhaan Allah menyertaimu. Saya berdoa mereka menjadi generasi yang Rabbani. Amin"
Semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Salam Jujur untuk pengunjung yang penuh kejujuran.
Postingan ini, Nizar dedikasikan untuk permataku yang jujur yang insyaAllah mereka akan membuat bangsa ini hebat dan dihargai karena kejujurannya. Amin
Jumat, 5 Oktober 2012 Kelas VI Utsman SDIT Permata Bunda mengadakan pembelajaran di luar kelas. Pada kesempatan ini permata belajar mencangkok pohon mangga di tempat parkir sepeda.Dengan senyum dan semangat merekapun antusias untuk belajar mencangkok. Beberapa permata tidak sabar untuk mencangkok sehingga mereka langsung naik pohon mangga. Sehingga Nizarpun belum sempat untuk membuat peraturan dalam kegiatan ini.
Di pertengahan jalan, beberapa siswa susdah selesai mencangkok, beberapa lagi baru mengupas kulit, beberapa memberi tanah, beberapa membungkus dengan plastik. Dan di sudut lain ada permata yaang lempar-lemparan tanah liat sehingga di tempat parkir banyak bercecer tanah dan menempel di sebagian sepeda. Tetapi di akhir permata membersihkan khususnya permata yang lupa untuk membawa bahan dan alat mencangkok.
Eh mana jujurnya yach ....
He.... tunggu ini lho cerita tentang kejujurannya....
Sekitar jam 11an ada permata yang mendekat ke saya dan menjelaskan tentang kegiatan yang telah dilakukannya. Ada empat permata (Abil, Ilvan, Riza, dan Faiz) menjelaskan bahwa mereka telah melakukan kesalahan kalau dari perbuatan melempar tanah tanpa sengaja tanah yang mereka lempar mengenai tembok sebuah rumah bertingkat. Meskipun mereka sudah tahu resikonya tetapi mereka tetap JUJUR dan BERANI BERTANGGUNG JAWAB atas perbuatannya.
Seketika saya menyuruh mereka untuk mengambil tangga, air, dan kain untuk mengepel. Diambilah peralatan tersebut dan saat itu si pemilik rumah tahun dan mengata-ngatai mereka, "ANAK KOK NAKAL?" "ANAK KOK BANDEL?" dan perkataan yang mungkin nada dan isinya lebih hina lagi. Tetapi saya berusaha menjelaskan ke pemilik rumah dan berusaha untuk bertanggung jawab.
Sambil dikata-katai pemilik rumah permata tetap berusaha untuk membersihkan tembok yang terkena tanah liat sebagai tanggung jawabanya. Setelah selesai secara personal mereka saya suruh untuk meminta maaf. Meskipun untuk mendapatkan maaf mereka harus mendapat "JEWERAN". Meski begitu mereka tidak kesal atau dendam karena mereka tahu yang salah ada mereka.
Dari kejadin itu, Nizar yakin bahwa mereka inilah generasi yang akan membangun Bangsa Indonesia karena KEJUJURAN dan BERANI BERTANGGUNG JAWAB yang sudah mereka miliki meskipun harus menerima konsekuensi berat. Itulah modal utama untuk membangun Bangsa Indonesia ini yang dapat dikatakan bobrok karena para elit politik yang tidak bertanggung jawab dan melakukan banyak KKN.
Memang mereka salah tetapi kalau mereka tidak JUJUR mungkin konsekuensi yang didapatkan akan lebih besar lagi. Mereka mengakui kesalahan, maka dari itu Nizar dan sekolah memberikan pengarahan.
"Nak, kami akan lebih sedih lagi seandainya kalian berbuat bohong. Kami akui kejujuran dan tanggung jawabmu. InsyaAllah keberkahan dan keridhaan Allah menyertaimu. Saya berdoa mereka menjadi generasi yang Rabbani. Amin"
MAJU TERUS PERMATAKU ....
TERIMA KASIH ATAS KEJUJURAN DAN TANGGUNG JAWABMU
KARENA ITULAH MODAL KALIAN UNTUK MERAIH KERIDHAAN ALLAH.
SUKSES SELALU.
Semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Minggu, 30 September 2012
Maafkan Gurumu Nak ....
Ku langkahkan kaki menuju kelasnya para permata
Sebelumnya semangat dan senyum, ku persiapkan
Akhirnya.... sampailah di kelas para permata
Ku ucapkan salam dan kabar untuk mengawalinya
Ku ceriakan dengan semangat dan antusias
Tapi rencana indah yang ku persiapkan
Musnah sudah....
Satu permata berbuat, semua permata kena
Tiada lagi konsentrasi
Tiada lagi antusias
Tiad lagi senyum semangat
Karena bentakan, amarah, menyalahkan, terlontar semua ke permata
Lalu terhempas juga kata yang masih terniang dan menghantui diri
"Punya etika tidak kamu?"
"Mau jadi apa kamu nanti kalau besar?"
"Kamu memang tak tahu diri"
"Kamu memang bodoh"
Dan kata-kata yang menyakitkan hati lainnya
Hanya lesu dan menyesal yang menghinggapi
Semua sudah terjadi dan tak kan bisa diulang kembali
Semoga itu menjadi cambuk pengingat
Semoga itu menjadi pengalaman berharga
Semoga itu yang terakhir kali
Maafkan gurumu nak ....
Ingatkan gurumu nak ....
Semoga impian cita terindah senantiasa menghinggapimu menjadi nyata
Keridhaan Allah bersamamu
MAJU TERUS PERMATKU
Sekali lagi
MAAFKAN GURUMU NAK ....
Sebelumnya semangat dan senyum, ku persiapkan
Akhirnya.... sampailah di kelas para permata
Ku ucapkan salam dan kabar untuk mengawalinya
Ku ceriakan dengan semangat dan antusias
Tapi rencana indah yang ku persiapkan
Musnah sudah....
Satu permata berbuat, semua permata kena
Tiada lagi konsentrasi
Tiada lagi antusias
Tiad lagi senyum semangat
Karena bentakan, amarah, menyalahkan, terlontar semua ke permata
Lalu terhempas juga kata yang masih terniang dan menghantui diri
"Punya etika tidak kamu?"
"Mau jadi apa kamu nanti kalau besar?"
"Kamu memang tak tahu diri"
"Kamu memang bodoh"
Dan kata-kata yang menyakitkan hati lainnya
Hanya lesu dan menyesal yang menghinggapi
Semua sudah terjadi dan tak kan bisa diulang kembali
Semoga itu menjadi cambuk pengingat
Semoga itu menjadi pengalaman berharga
Semoga itu yang terakhir kali
Maafkan gurumu nak ....
Ingatkan gurumu nak ....
Semoga impian cita terindah senantiasa menghinggapimu menjadi nyata
Keridhaan Allah bersamamu
MAJU TERUS PERMATKU
Sekali lagi
MAAFKAN GURUMU NAK ....
Senin, 03 September 2012
Langganan:
Postingan (Atom)
