Selasa, 19 Juli 2011
Mabit Kelas VI SDIT Permata Bunda 2011
Salam HEBAT untuk pengunjung yang HEBAT dan LUAR BIASA.
Pada kesempatan ini, Nizar akan memberikan informasi tentang kegiatan SDIT Permata Bunda Demak yaitu Mabit Kelas VI yang bertema "Dengan Semangat Ramadhan Tingkatkan Prestasi". Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 16 Juli 2011 di SDIT Permata Bunda Demak.
Mabit ini bertujuan untuk meningkatkatkan motivasi dan semangat siswa-siswi Kelas VI SDIT Permata Bunda Demak yang akan menghadapi EBTAQ dan UN.Mabit ini juga merupakan sebagai tindak lanjut dari Program Sekolah JIHAT PRESTASI.
Kegiatan mabit ini berisi membaca Al Maksurat, sholat bersama, game motivasi, pemutaran film motivasi, sholat malam, jurit malam, rehlah dan di akhiri dengan "Ahlan Wa Sahlan Kelas VI" di mana mempertemukan siswa-siswi HEBAT SDIT Permata Bunda Demak dengan orang tuanya.
Berikut beberapa kegiatan MABIT HEBAT tersebut:
1. Para Ustadz di MABIT
He...
2. Para Permata membersihkan ruangan untuk tidur.
"Bersih-bersih.... kan kebersihan daripada iman"
"Asyik pak...."
3. Para permata HEBAT yang action setelah ikut rehlah.
4. Permata ingin berkokok setelah bangun malam selanjutnya siap untuk mendirikan sholat malam.
5. Permata beristirhat
"Bau apa neh...., wah mimpiku jadi berbau???"
6. Ustad-ustadzah, Permata HEBAT, dan alumni SDIT Permata Bunda Demak menonton film motivasi.
"Mari kita jadikan momentum Ramadhan ini sebagai loncatan kita untuk meningkatkan prestasi kita baik di dunia maupun di akhirat. KITA PASTI BISA."
7. Ustadz-ustadzah dan Permata HEBAT makan malam setelah mendirikan sholat Maghrib
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
9. Ustadz-ustdzah dan Permata HEBAT berdoa, membaca Al Maksurat dan game motivasi sebagai pembuka Mabit Siswa-siswi Kelas VI SDIT Permata Bunda Demak.
"Are you the BEST?"
"Anak-anakku sebelum kita mabit mari berdoa dahulu dan setelah itu membaca Al Maksurat."
"Eh... nanti mabitnya apa yach...???"
"Yes, i'm the BEST"
Semoga dapat bermanfaat bagi pengunjung HEBAT.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Rabu, 06 Juli 2011
Selasa, 05 Juli 2011
Pemuda Dambaan
Kini tlah lahir di dunia
dengan tangis semangat
setelah berjuang dari ruang gelap yang penuh kasih
yaitu sosok insan yang penuh harapan
harapan untuk membangun diri, keluarga dan bangsa
Kini sosok itu tlah berubah
dengan semangat ia korbankan
untuk kemajuan diri, keluarga dan bangsanya
Dengan tatapan matanya
melihat ke depan untuk meraih cita dan asa
Dengan telinganya
berusaha mendengar keluhan orang di sampingnya
dan berusaha untuk menghapus keluhan itu
Dengan mulutnya
ia suarakan suara hati yang santun
dan suara yang menyejukan hati bagi yang mendengar
Dengan goresan tinta di tangannya
Ia ingin merubah perdaban dunia agar lebih maju
Dengan langkah kaki
Ia hentakkan ke depan untuk meraih cita
Dan membangun peradaban itu
Dengan tubuhnya
Ia berikan kesantuna setulus hati
untuk orang di sampingnya
Dan ikhlaskan diri untuk kepentingan bersama
Minggu, 15 Mei 2011
Belajar dari Pemuda HEBAT
Salam peduli untuk pengunjung HEBAT.
Pada kesempatan ini Nizar ingin berbagi kisah yang insyaAllah dapat menjadi inspirasi bagi kita semua. Amien
Kisah ini bermula pada hari Minggu, 15 Mei 2011. Sekitar pukul 16.05 wib Nizar sekeluarga berangkat mengunjungi Semarang Fair, alhamdulillah sekitar pukul 16.40 wib kami sampai disana dan melihat stan-stan sekalian refreshing naik wahana permainan. Sekitar pukul 17.20 wib kami pulang dari Semarang Fair meski saat itu gerimis menemani kami pulang maka kami segera ke parkir motor dan mengenakan jas hujan.
Dalam perjalanan sekitar 17.35 wib kami singgah dahulu ke masjid yang berada di pinggir jalan untuk menunaikan sholat Magrib. Dan saya merapikan jas hujan dan saya masukan ke jok motor. Teryata saat memasukan jas hujan ke jok saya lupa mengambil kontak motor kembali.
Waktu berjalan, Iqomah terdengar dan sholatpun kami mulai. Dan akhirnya diakhiri dengan salam dan dilanjutkan dengan doa. Dan kami menuju tempat parkir sepeda motor.
Sampai di serambi masjid kami mengemasi barang-barang dan menuju ke motor. Betapa terkejutnya ternyata kami tidak membawa kontak dan akhirnya mencari kontak ari tempat wudlu, tempat sholat, toilet sampai di halaman masjid.
Berdiam, berdzikir, berdoa, bersholawat sejenak saya yakin bahwa kontak motor berada di tempat untuk membuka jok dan saya lupa untuk mengambilnya. Dan yakin bahwa Allah melalui hambaNya telah menyimpan kontak tersebut dan akan mengembalikan kepada saya. Dan kami menunggu para jamaah sholat Magrib keluar semua.
Beberapa menit kami menunggu keluarlah sosok pemuda dengan mengenakan kemeja merah dan celana hitam dengan membawa senyuman yang menyejukkan hati berkata dari kejauhah, "Pak, itu motor jenengana (anda) ya?" seketika saya menjawab,"Ya mas." Pemuda tersebut menjawab dengan memberikan kontak motor kepada saya, "Pak, ini kontaknya. Tadi saya melihat kontak berada di tempat untuk membuka jok motor." "Jazakallah, terima kasih banyak ya mas." sahut saya.
Sebelum saya sapa dan mengucapkan terima kasih yang lebih serta bertanya namanya, pemuda HEBAT itu langsung keluar masjid dan meninggalkan saya. Dari kejadian ini saya berkesimpulan bahwa pemuda ini memang menolong karena Allah sehingga setelah memberikan kontak, pemuda itu langsung pergi dengan senyumannya mungkin dengan tujuan menjauhi sikap riya dan mungkin berfikir kalau saya akan memberikan sesuatu kepadanya. Agar itu tidak terjadi dan agar tidak mengurangi ibadahnya maka pemuda itu langsung pergi.
Subhanallah, Nizar yakin memang di negara ini masih banyak pemuda yang HEBAT, ringan tangan (suka menolong), peduli, untuk menjadikan negara ini dan Islam jaya seperti pemuda itu dan ANDA. Allahuakabar
Semoga bermanfaat dan mari kita ciptakan rasa peduli, ringan tangan untuk membantu saudara kita tanpa pamrih, lillahitaala.
Wassalamualaikum Wr. Wb.