Berikut adalah penampilan Drummer Kecil yang insyaAllah akan menjadi drummer dunia dengan akhlakul karimah, rajin ibadah dan berilmu pengetahuan. Amien
Selasa, 07 September 2010
Ramalan Dalam AL-Quran Yang Menjadi Kenyataan (No SARA)
Penggalan berita lain yang disampaikan Al Qur'an tentang peristiwa masa depan ditemukan dalam ayat pertama Surat Ar Ruum, yang merujuk pada Kekaisaran Bizantium, wilayah timur Kekaisaran Romawi. Dalam ayat-ayat ini, disebutkan bahwa Kekaisaran Bizantium telah mengalami kekalahan besar, tetapi akan segera memperoleh kemenangan.
'Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang).' (Al Qur'an, 30:1-4)
Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun setelah kekalahan hebat Bizantium Kristen di tangan bangsa Persia, ketika Bizantium kehilangan Yerusalem. Kemudian diriwayatkan dalam ayat ini bahwa Bizantium dalam waktu dekat menang. Padahal, Bizantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali. Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium. Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel. Kaisar Bizantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)
Pendek kata, setiap orang menyangka Kekaisaran Bizantium akan runtuh. Tetapi tepat di saat seperti itu, ayat pertama Surat Ar Ruum diturunkan dan mengumumkan bahwa Bizantium akan mendapatkan kemenangan dalam beberapa+tahun lagi. Kemenangan ini tampak sedemikian mustahil sehingga kaum musyrikin Arab menjadikan ayat ini sebagai bahan cemoohan. Mereka berkeyakinan bahwa kemenangan yang diberitakan Al Qur'an takkan pernah menjadi kenyataan.
Sekitar tujuh tahun setelah diturunkannya ayat pertama Surat Ar Ruum tersebut, pada Desember 627 Masehi, perang penentu antara Kekaisaran Bizantium dan Persia terjadi di Nineveh. Dan kali ini, pasukan Bizantium secara mengejutkan mengalahkan pasukan Persia. Beberapa bulan kemudian, bangsa Persia harus membuat perjanjian dengan Bizantium, yang mewajibkan mereka untuk mengembalikan wilayah yang mereka ambil dari Bizantium. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)
Akhirnya, 'kemenangan bangsa Romawi' yang diumumkan oleh Allah dalam Al Qur'an, secara ajaib menjadi kenyataan.
Keajaiban lain yang diungkapkan dalam ayat ini adalah pengumuman tentang fakta geografis yang tak dapat ditemukan oleh seorangpun di masa itu.

Dalam ayat ketiga Surat Ar Ruum, diberitakan bahwa Romawi telah dikalahkan di daerah paling rendah di bumi ini. Ungkapan 'Adnal Ardli' dalam bahasa Arab, diartikan sebagai 'tempat yang dekat' dalam banyak terjemahan. Namun ini bukanlah makna harfiah dari kalimat tersebut, tetapi lebih berupa penafsiran atasnya. Kata 'Adna' dalam bahasa Arab diambil dari kata 'Dani', yang berarti 'rendah' dan 'Ardl' yang berarti 'bumi'. Karena itu, ungkapan 'Adnal Ardli' berarti 'tempat paling rendah di bumi'.
Yang paling menarik, tahap-tahap penting dalam peperangan antara Kekaisaran Bizantium dan Persia, ketika Bizantium dikalahkan dan kehilangan Jerusalem, benar-benar terjadi di titik paling rendah di bumi. Wilayah yang dimaksudkan ini adalah cekungan Laut Mati, yang terletak di titik pertemuan wilayah yang dimiliki oleh Syria, Palestina, dan Jordania. 'Laut Mati', terletak 395 meter di bawah permukaan laut, adalah daerah paling rendah di bumi.
Ini berarti bahwa Bizantium dikalahkan di bagian paling rendah di bumi, persis seperti dikemukakan dalam ayat ini.
Hal paling menarik dalam fakta ini adalah bahwa ketinggian Laut Mati hanya mampu diukur dengan teknik pengukuran modern. Sebelumnya, mustahil bagi siapapun untuk mengetahui bahwasannya ini adalah wilayah terendah di permukaan bumi. Namun, dalam Al Qur'an, daerah ini dinyatakan sebagai titik paling rendah di atas bumi. Demikianlah, ini memberikan bukti lagi bahwa Al Qur'an adalah wahyu Ilahi.
'Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang).' (Al Qur'an, 30:1-4)
Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun setelah kekalahan hebat Bizantium Kristen di tangan bangsa Persia, ketika Bizantium kehilangan Yerusalem. Kemudian diriwayatkan dalam ayat ini bahwa Bizantium dalam waktu dekat menang. Padahal, Bizantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali. Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium. Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel. Kaisar Bizantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)
Pendek kata, setiap orang menyangka Kekaisaran Bizantium akan runtuh. Tetapi tepat di saat seperti itu, ayat pertama Surat Ar Ruum diturunkan dan mengumumkan bahwa Bizantium akan mendapatkan kemenangan dalam beberapa+tahun lagi. Kemenangan ini tampak sedemikian mustahil sehingga kaum musyrikin Arab menjadikan ayat ini sebagai bahan cemoohan. Mereka berkeyakinan bahwa kemenangan yang diberitakan Al Qur'an takkan pernah menjadi kenyataan.
Sekitar tujuh tahun setelah diturunkannya ayat pertama Surat Ar Ruum tersebut, pada Desember 627 Masehi, perang penentu antara Kekaisaran Bizantium dan Persia terjadi di Nineveh. Dan kali ini, pasukan Bizantium secara mengejutkan mengalahkan pasukan Persia. Beberapa bulan kemudian, bangsa Persia harus membuat perjanjian dengan Bizantium, yang mewajibkan mereka untuk mengembalikan wilayah yang mereka ambil dari Bizantium. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)
Akhirnya, 'kemenangan bangsa Romawi' yang diumumkan oleh Allah dalam Al Qur'an, secara ajaib menjadi kenyataan.
Keajaiban lain yang diungkapkan dalam ayat ini adalah pengumuman tentang fakta geografis yang tak dapat ditemukan oleh seorangpun di masa itu.

Dalam ayat ketiga Surat Ar Ruum, diberitakan bahwa Romawi telah dikalahkan di daerah paling rendah di bumi ini. Ungkapan 'Adnal Ardli' dalam bahasa Arab, diartikan sebagai 'tempat yang dekat' dalam banyak terjemahan. Namun ini bukanlah makna harfiah dari kalimat tersebut, tetapi lebih berupa penafsiran atasnya. Kata 'Adna' dalam bahasa Arab diambil dari kata 'Dani', yang berarti 'rendah' dan 'Ardl' yang berarti 'bumi'. Karena itu, ungkapan 'Adnal Ardli' berarti 'tempat paling rendah di bumi'.
Yang paling menarik, tahap-tahap penting dalam peperangan antara Kekaisaran Bizantium dan Persia, ketika Bizantium dikalahkan dan kehilangan Jerusalem, benar-benar terjadi di titik paling rendah di bumi. Wilayah yang dimaksudkan ini adalah cekungan Laut Mati, yang terletak di titik pertemuan wilayah yang dimiliki oleh Syria, Palestina, dan Jordania. 'Laut Mati', terletak 395 meter di bawah permukaan laut, adalah daerah paling rendah di bumi.
Ini berarti bahwa Bizantium dikalahkan di bagian paling rendah di bumi, persis seperti dikemukakan dalam ayat ini.
Hal paling menarik dalam fakta ini adalah bahwa ketinggian Laut Mati hanya mampu diukur dengan teknik pengukuran modern. Sebelumnya, mustahil bagi siapapun untuk mengetahui bahwasannya ini adalah wilayah terendah di permukaan bumi. Namun, dalam Al Qur'an, daerah ini dinyatakan sebagai titik paling rendah di atas bumi. Demikianlah, ini memberikan bukti lagi bahwa Al Qur'an adalah wahyu Ilahi.
sumber http://wisbenbae.blogspot.com/2010/09/ramalan-dalam-al-quran-yang-menjadi.html
Misteri Ka'bah yang menggegerkan NASA
Sumbawanews.com.- Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.
Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”
Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.
Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.
Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.
Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”
Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.
Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.
Senin, 06 September 2010
Ramadhan ke Fitri
Fajar telah muncul dari ufuk timurTeranglah ...
Dan semakin terang
Tak lama kemudian munculah sosok yang LUAR BIASA terangnya
Sang surya yang penuh harapan dan kecaerahan
Ramadhan ...
Engkau bagaikan surya tersebut
Yang selalu kami dinantikan
Untuk menyinari kegelapan yang kami alami
Engkau juga memancarkan kesejahtaraan dan ampunan bagi kami semua
Saat engkau berada di atas mahkota kamiBetapa terik panas sinarmu
Karena mengharap ridla penciptamu (Allah)
Sehingga tak membuat kami resah dan putus asa
Dan senantiasa mencari sinarmu
Dengan melantunkan ayat-ayat Alquran
Membuat panasmu tak terasa
Dan hanya terasa kesejukkan tak terkira di hati kami
Untuk kedatanganmu
Kami sambut dengan menahan lapar dahaga
Melantunkan Ayat-ayat Alquran
Saling berbagi
Saling membantu
Guna mengharap ridla dari penciptamu (Allah)
Tapi ...
Kini engkau semakin ke barat
Lama-kelamaan sinarmu semakin redup
Dan engkaupun menghilang dimakan awan senja
Dan digantikan sinar sejuk
Yang takkan dapat menggantikan sinarmu
Sinar sejuk itu adalah bulan
Bulan engkau pengganti surya
meski kau hanya memantulakan sinarnya
dari jarak yang sangat jauh
Meski begitu kami tetap merasa jelas melihat dunia
Dengan sinarmu yang sejukApalagi ditambah dengan senyumanmu yang penuh kedamaian
Seta dengan di temani bintang bersinar kemerlip
Menambah suasana meriah dan keindahan
Ramadhan pergi lalu datanglah Syawal
Syawal engkau bagaikan bulan
Meski tidak akan dapat menggantikan kecerahan Ramadhan
Tetapi engkau penuh keceriaan dan kemeriahan
Semua orang saling memaafkan
Semua orang saling berbagai
Semua orang bahagia
Ya Allah berikan kami kesempatan lagi untuk berjumpa dengan sang surya Ramadhan yang penuh keberkahan dan ampunan serta berjumpa sang bulan Syawal yang penuh keceriaan dan kedamaian di tahun mendatang. Amiien
Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami dan fitrikan hati kami dan selalu dijauhkan dari penyakit hati. Amien
Ya Allah jadikan kami golongan mahlukMu yang beruntung dan bahagia di dunia dan akhirat. Amien
Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami dan fitrikan hati kami dan selalu dijauhkan dari penyakit hati. Amien
Ya Allah jadikan kami golongan mahlukMu yang beruntung dan bahagia di dunia dan akhirat. Amien
Selamat Idhul Fitri 1431 H
Assalamulaikum Wr. WbPengunjung yang HEBAT.
Suko Sulistiyo (Pemosting Nizar Ingin Belajar) mengucapkan,
SELAMAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1431 H
Minal Aidin wal Faizin - Mohon Maaf Lahir dan Bathin.
Semoga kita menjumpai lagi Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan tahun depan oleh ALLAH, kita digolongkan insan yang beruntung di dunia akhirat oleh ALLAH, kita semua berhasil meraih kemenangan di hari yang suci ini oleh ALLAH, dan semoga kita kembali pada fitrah kita sebagai manusia yang memberikan rahmat bagi alam semesta.
Amien
Waalaikumsalam Wr. Wb.
Sabtu, 04 September 2010
Menghitung Kebutuhan Cairan
Kompas.com - Kebutuhan cairan sehari-hari pada setiap orang bisa berbeda, tergantung kondisi tubuh, usia, jenis kelamin, suhu lingkungan, jenis makanan yang dikonsumsi, maupun jenis aktivitasnya.Sebagai contoh, orang yang banyak melakukan aktivitas fisik seperti olahragawan akan berbeda kebutuhannya akan cairan dibandingkan dengan orang kantoran yang lebih banyak duduk. Kelompok usia lanjut yang tidak aktif memiliki kebutuhan cairan lebih sedikit dibandingkan orang dewasa yang masih sangat aktif secara fisik.Orang yang mengalami gangguan ginjal sangat dibatasi asupan cairannya dibanding mereka yang ginjalnya sehat.
Karena itulah setiap orang hendaknya memahami kebutuhan tubuhnya masing-masing, sesuai dengan kondisinya. Bila perlu, konsultasikan dengan dokter ahli gizi setelah melakukan pemeriksaan kesehatan secara umum (general check up).
Secara umum, dalam kondisi normal, kebutuhan tubuh akan cairan sehari-hari dapat dihitung dengan rumus:
Rumus 1
Kebutuhan cairan adalah sekitar 1 mililiter untuk setiap kilokalori kebutuhan energi tubuh. Jika seseorang kebutuhan energinya 1.800 kkal, berarti kebutuhannya akan cairan adalah 1 x 1.800 = 1.800 mililiter atau 1,8 liter air.
Rumus 2
Untuk 10 kg pertama berat badan butuh 1 liter cairan, 10 kg kedua berat badan butuh 500 mililiter cairan, dan sisanya setiap kilogram berat badan butuh 20 mililiter cairan.
Contohnya, bila seseorang memiliki berat badan 50 kg. Maka 10 kg pertama berat badan = 1 liter, 10 kg kedua - 500 ml, sisanya 30 (50 kg-10-10) x 20 ml = 600 ml.
Jadi kebutuhan cairan keseluruhan adalah 1.000 + 500 + 600 = 2.100 ml atau 2,1 liter per hari.
Dari mana kita dapat memenuhi kebutuhan cairan? Pada intinya dari dua sumber, yaitu makanan (sayur, buah, dan sebagainya) dan minuman. Umumnya cairan yang diperoleh dari makanan berjumlah sekitar 20 persen, sedangkan 80 persen lainnya berasal dari minuman. (GHS/wid)
Ifthor n Sholat Terawih di SDIT Permata Bunda
Assalamualaikum Wr. Wb.
Pengunjung yang HEBAT.
Pada kesempatan ini Nizar ingin memosting kegiatan yang diadakan di SDIT Permata Bunda tempat Nizar bekerja, yaitu kegiatan Ifthor dan sholat terawih di SDIT Permata Bunda yang di adakan pada hari Kamis, 2 September 2010 di SDIT Permata Bunda imulai dari jam 16.00 wib sampai jam 20.00 wib.
Biasanya pemostingan sebuah kegiatan dimulai dari kegiatan awal menuju kegiatan akhir (alur maju) tetapi Nizar ingin membuat alur yang sebaliknya yaitu alur mundur guna mengintkan kita bahwa kita hidup itu perlu juga melihat hal-hal sebelumnya yang pernah terjadi yaitu sebagai bahan pembelajaran. Tetapi jangan jadikan masa lalu sebagai ratapan selamanya. oke!!!
Berikut kegiatanya.
Saat itu pukul sekitar 20.00 wib sholat terawih bersama siswa Kelas 4-6 telah usai dan siswapun bergegas pulang menuju keluarga yang telah menjemput di luar sekolah dan sebagian siswapun ada yang dengan cerianya menunggu kelurganya.
Pengunjung yang HEBAT.
Pada kesempatan ini Nizar ingin memosting kegiatan yang diadakan di SDIT Permata Bunda tempat Nizar bekerja, yaitu kegiatan Ifthor dan sholat terawih di SDIT Permata Bunda yang di adakan pada hari Kamis, 2 September 2010 di SDIT Permata Bunda imulai dari jam 16.00 wib sampai jam 20.00 wib.
Biasanya pemostingan sebuah kegiatan dimulai dari kegiatan awal menuju kegiatan akhir (alur maju) tetapi Nizar ingin membuat alur yang sebaliknya yaitu alur mundur guna mengintkan kita bahwa kita hidup itu perlu juga melihat hal-hal sebelumnya yang pernah terjadi yaitu sebagai bahan pembelajaran. Tetapi jangan jadikan masa lalu sebagai ratapan selamanya. oke!!!
Berikut kegiatanya.
Saat itu pukul sekitar 20.00 wib sholat terawih bersama siswa Kelas 4-6 telah usai dan siswapun bergegas pulang menuju keluarga yang telah menjemput di luar sekolah dan sebagian siswapun ada yang dengan cerianya menunggu kelurganya.
Menunggu Abi n Umi ya Mbak jangan sedih n menangis ya Mbak, Bapak n Ibu Guru akan menemanimu kok Mbak hingga Abi n Umi datang. OK !!
Dari pada berdiri lebih baik nunggu Umi dangan duduk ah...
(Sahabatku kesini dong temani akyu)
(Sahabatku kesini dong temani akyu)
Siswa dan siswi SDIT Permata Bunda siap menemui Abi atau Umi yang telah menjemput.
Sebelumnya pulang sekitar pukul 19.00 Siswa-siswi dan bu guru SDIT Permata Bunda melakukan sholat isya dan dilanjutkan sholat terawih.
Karena saat magrib terjadi hujan maka sholatnya siswi SDIT Permata Bunda tidak diserambi masjid karena lantainya yang basah tetapi di depan halaman kelas.
Sebelum sholat isya dan terawih, sekitar pukul 16.20 wib siswa-siswi SDIT Permata Bunda melanjutkan makan besar yang sebelumya telah berbuka untuk membatalkan puasa dengan minum dan makan snack.
Sebelum melanjutkan makan besar siswa-siswi dan guru SDIT Permata Bunda mendirikan sholat magrib (sekitar pukul 18.00 wib)
Sebelum sholat magrib siswa-siswi dan guru SDIT Permata Bunda berbuka bersama, sekitar pukul 17.43 wib di halaman lantai dasar.
Sebelum ithor besrama sekitar jam 16.00-17.43 wib diadakan acara untuk menyambut ifthor. Acaranya sebagai berikut
Chekidott ...
Ini adalah guru yang SANGAT LUAR BIASA semangatnya di SDIT Permata Bunda, beliau bernama Bpak Roh Bagus.
Acarapun telah dimulai dengan lantunan hataman Alquran oleh siswa-siswi SDIT Permata Bunda dengan pendamping guru yang LUAR BIASA HEBAT Bu Hidayah.
Alhamdulillah pemostingan selsai.
Semoga bermanfaat.
Salam HEBAT untuk pengunjung yang HEBAT.
Wassalmualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah pemostingan selsai.
Semoga bermanfaat.
Salam HEBAT untuk pengunjung yang HEBAT.
Wassalmualaikum Wr. Wb.
Langganan:
Postingan (Atom)